Thursday, 18 June 2009 04:08 Berita Hilangnya sebagian mur pada pagar pembatas sepeda motor di bentang tengah Jembatan Suramadu kini telah dipasang ulang. Jumlah mur yang hilang tersebut sekitar 13 buah. Agar hal itu tidak terulang kembali, pelaksana proyek akan mengelas mur yang menempel pada baut biar lebih rapat dan tidak hilang. Pengelasan itu merupakan bentuk kegiatan pemeliharaan jembatan dan bukan berarti pelaksanaan konstruksi proyek belum selesai.
Kasatker Bentang Tengah Jembatan Nasional Suramadu, Ir Atiyanto Busono mengatakan, mur yang hilang tersebut adalah ulah dari orang-orang yang iseng. Hilangnya mur tersebut terjadi saat jembatan dioperasikan secara gratis. Pada saat itu, akibat ramainya masyarakat yang ingin mengetahui jembatan secara langsung dan mereka pada berhenti di bentang tengah untuk berfoto atau yang lainnya. Sehingga ulah dari orang yang iseng dan kurang bertanggung jawab kurang terperhatikan. “Kegiatan pengelasan itu akan berlangsung selama seminggu,”katanya.
Dijelaskannya, mur yang hilang tersebut tidak akan mempengaruhi kekuatan konstruksi jembatan. Karena mur yang hilang terdapat pada pagar pembatas sepeda motor dan fungsi pagar tersebut sebagai pembatas keamanan pengendara. Akibat hilangnya mur tersebut, sebagian pagar pembatas goyang karena kurang kuat pengunciannya.
Selama setahun, Jembatan Suramadu masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor. Sehingga jika terdapat kejadian yang serupa, maka kontraktor yang akan langsung melakukan penanganan. Meski demikian, pihaknya berharap bahwa kejadian itu tidak terulang kembali demi menjaga kekuatan jembatan. Agar hal yang sama tidak terjadi, Jasa Marga selaku operator tol dan petugas kepolisian akan terus melakukan pengawasan dengan terus melakukan operasi pengamanan.
Tentang hilangnya 42 lampu pada jembatan, Atiyanto mengatakan, bahwa lampu yang hilang tersebut bukan lampu PJU (penerangan jalan umum) seperti yang selama ini diberitakan. Lampu tersebut adalah lampu penerangan pada Box Girder yang hanya dinyalakan saat petugas melakukan inspeksi pemeliharaan.
Lampu tersebut hilang karena pada saat jembatan dioperasikan secara gratis, petugas lupa mengunci pintu masuk Box Girder. Kemungkinan pada saat itulah terdapat orang mencuri lampu tersebut yang kebetulan pada waktu itu banyak masyarakat yang berhenti dibentang tengah. Meski harga lampu tersebut tidak mahal karena seperti lampu penerangan pada umumnya, namun dari pengalaman tersebut saat ini pengamanan pintu Box Girder makin diperketat.
Terhadap banyaknya masyarakat yang membuat tulisan maupun mencorat-coret Cable Stay yang berwarna merah dan bentuknya bulat. Ia mengharapkan agar hal itu tidak terulang kembali. Karena lapisan luar pada kabel tersebut fungsinya adalah sebagai lapisan pengaman dari karat dan pengeroposan. Apabila lapisan luar kabel tersebut mengelupas, maka lapisan dalam kabel akan mudah mengeropos dan mempengaruhi kekuatan kabel penyangga jebatan. Adapun jumlah kabel yang terdapat tulisan dan corat-coret sebanyak tiga buah kabel.
Ditambahkannya, setelah Jembatan Suramadu dioperasikan dengan memberlakukan tarif, masyarakat tidak diperkenankan lagi untuk berhenti di bentang tengah maupun jalur lainnya di sepanjang jembatan. Ini dilakukan karena jalan itu adalah jalan tol serta untuk menghindari beberapa hal yang tidak dinginkan agar tidak terjadi lagi. (Tim Suramadu)